BAB XII : Pengenalan Antarmuka Teks

TOC?

Antarmuka dasar untuk pengoperasian sistem operasi Linux sebenarnya adalah antarmuka berbasis teks, atau sering disebut Command Line. Antarmuka grafis atau desktop yang ada di dalam Linux sebenarnya hanyalah alat bantu untuk pengoperasian bagi mereka yang sudah biasa bekerja dengan Graphical User Interface (GUI) yang terdapat di beberapa sistem operasi modern. Ini mirip dengan piranti lunak Microsoft Windows sebelum versi 95 yang hanya merupakan alat bantu pengoprasian berbasis grafis untuk DOS.

Untuk memberikan suatu perintah pada antarmuka teks, para pengguna harus mengetik nama perintah yang akan dijalankan beserta opsi-opsi/parameter-nya, kemudian menekan tombol Enter untuk mengeksekusi perintah tersebut. Tidak seperti antarmuka grafis, penggunaan mouse secara umum tidak diperlukan karena semua kontrol hanya dilakukan melalui papan ketik.

Tidak benar jika penggunaan antarmuka teks tidak bisa melakukan produktivitas. Anda masih bisa berproduktivitas dengan berbagai aplikasi berbasis teks yang tersedia dan siap Anda gunakan. Bahkan untuk para administrator, penggunaan antarmuka teks sangat disarankan ketimbang antarmuka grafis karena memakan sumberdaya CPU dan RAM yang lebih kecil, sehingga tidak menganggu kinerja komputer pada saat melakukan suatu tugas administrasi. Pada bab ini, dijelaskan mengenai dasar pengoprasian antarmuka teks yang ada pada BlankOn Linux. Sasaran pembaca tidak hanya bagi Anda yang power user, melainkan juga para pemula/newbie yang ingin mempelajari Linux lebih lanjut.

Membuka antarmuka teks

Ada dua jenis antarmuka teks yang bisa Anda buka, yaitu terminal dan virtual console. Terminal merupakan antarmuka teks yang berjalan di dalam desktop dan berupa jendela aplikasi, sedangkan virtual console merupakan antarmuka teks yang berjalan secara mandiri di luar desktop.

Membuka terminal console

Untuk membuka terminal, klik menu BlankOn > Aksesoris > Terminal pada BlankOn reguler, atau klik menu BlankOn > Peralatan Sistem > LXTerminal pada BlankOn minimalis, kemudian jendela terminal akan muncul di dalam desktop.

Jika Anda ingin membuka sesi kerja yang baru, Anda bisa membuat tab baru seperti layaknya fitur tabbed browsing pada peramban web dengan mengklik menu File > Buka Tab, atau Anda bisa tekan tombol Shift+Ctrl+T pada keyboard.

Anda bisa mengkostumisasi penampilan terminal sesuai dengan keinginan Anda melalui jendela pengaturan yang bisa Anda buka melalui menu Edit > Profile Preferences. Jika ingin membuat terminal dalam mode layar penuh, Anda bisa klik menu Lihat > Layar Penuh atau Anda bisa tekan tombol F11 pada keyboard.

Membuka virtual console

Linux telah menyediakan enam sesi antarmuka teks yang bisa Anda buka dengan cara menekan tombol Ctrl+Alt+F1, Ctrl+Alt+F2 sampai Ctrl+Alt+F6. Berbeda dengan menggunakan terminal, Anda harus melakuakan login terlebih dahulu sebelum bekerja dengan antarmuka teks. Ketik id pengguna kemudian tekan enter lalu masukkan sandi (password tidak akan ditampilkan pada layar) Anda dan tekan enter sekali lagi.

Berbeda dengan terminal, Anda tidak bisa melakukan kustomisasi penampilan agar lebih menarik. Bekerja disini layaknya bekerja dengan sistem operasi DOS (Disk Operating Systems).

Untuk kembali ke desktop, Anda bisa tekan tombol Ctrl+Alt+F7 sampai Ctrl+Alt+F12. Bergantung dari sesi desktop yang digunakan (Secara default menggunakan Ctrl+Alt+F7 jika Anda tidak memanfaatkan fitur pindah pengguna untuk mengaktifkan lebih dari satu sesi desktop).

Pengenalan antarmuka teks

Setelah Anda membuka terminal atau login di dalam virtual console, Anda akan diminta untuk memasukkan perintah yang ingin Anda jalankan. Tempat Anda mengetik berada pada kursor/penanda yang berkedip-kedip. Pada bagian kiri kursor tersebut, Anda akan melihat teks seperti berikut :

blankon@blankon:~$

Teks tersebut memiliki berbagai informasi sebagai berikut :

  • Teks “blankon” sebelum tanda at (@) merupakan nama id pengguna yang login menggunakan antarmuka teks,
  • Teks “blankon” setelah tanda at (@) merupakan nama komputer yang digunakan pada saat bekerja,
  • Teks “~” setelah tanda titik dua (:) menunjukan folder yang saat ini dibuka. Folder “~” berarti sedang membuka folder rumah/home.
  • Tanda “$” pada bagian akhir menunjukkan Anda bekerja di level pengguna biasa. Jika Anda bekerja dalam mode administratif, maka tandanya akan berubah menjadi “#”.

Untuk menjalankan suatu perintah, Anda bisa ketik perintah tersebut lalu menekan tombol enter. Sebagai contoh, untuk menampilkan isi suatu folder/direktori, Anda bisa ketik perintah “ls” lalu tekan tombol Enter, maka Anda akan melihat antarmuka teks seperti berikut :

blankon@blankon:~/Contoh$ ls↵
LaQuena-Yang-Baru.ogg		 oo-selamat-datang.odt 
logo-blankon.svg		 oo-tentang-blankon.odt 
oo-jadwal-pembayaran.ods	 Profile-LaQuena.odt 
oo-maxwell.odt			 sampul_cd_meuligoe.svg 
oo-presentasi-blankon.odp	 usplash_1024_768.png 
oo-sampul-dan-stiker-cd-dvd.odg 
blankon@blankon:~/Contoh$ 

Untuk menjalankan perintah yang bersifat administratif, Anda bisa mengetik perintah “sudo” sebelum perintah yang ingin Anda jalankan. Anda harus memiliki wewenang untuk menggunakan sudo agar perintah bisa berjalan. Misalnya, jika ingin menghapus berkas “nasi.txt” pada folder /opt (Dalam hal ini, Anda tidak memiliki hak untuk mengelola folder /opt), Anda bisa ketik perintah “sudo rm /opt/nasi.txt”.

blankon@blankon:~$ sudo rm /opt/nasi.txt ↵
[sudo] sandi for blankon:
blankon@blankon:~$ 

INFO: Walaupun menyediakan id pengguna khusus untuk menjalankan perintah bersifat administratif (yaitu root), secara default Anda tidak bisa menggunakannya untuk login. Anda bisa login ke root dengan cara mengetik perintah “sudo su -”.

blankon@blankon:~$ sudo su -↵
[sudo] sandi for blankon:
root@blankon:~#

Perintah-perintah dalam antarmuka teks

Berikut adalah berbagai penjelasan dari perintah-perintah dalam pengelolaan berkas secara sederhana menggunakan antarmuka teks.

Berpindah folder/direktori (cd)

Untuk berpindah dari satu folder ke folder lainnya, Anda bisa ketik perintah “cd” dan diikuti dengan alamat folder yang dibuka (dipisah dengan spasi). Sebagai contoh, jika ingin membuka folder Downloads yang ada di dalam folder home, Anda bisa ketik “cd ~/Downloads”. Jika Anda berada di dalam folder home, Anda cukup ketik “cd Downloads” saja.

blankon@blankon:~$  cd Download↵
blankon@blankon:~/Download$

Jika ingin berpindah ke folder yang ada di level lebih atas, ketik perintah “cd ..”.

blankon@blankon:~/Download$  cd ..↵
blankon@blankon:~$

Melihat isi folder/direktori (ls)

Untuk melihat isi dari suatu folder/direktory Anda saat ini, Anda cukup ketik opsi “ls”.

blankon@blankon:~/Contoh$ ls↵
LaQuena-Yang-Baru.ogg		 oo-selamat-datang.odt 
logo-blankon.svg		 oo-tentang-blankon.odt 
oo-jadwal-pembayaran.ods	 Profile-LaQuena.odt 
oo-maxwell.odt			 sampul_cd_meuligoe.svg 
oo-presentasi-blankon.odp	 usplash_1024_768.png 
oo-sampul-dan-stiker-cd-dvd.odg 
blankon@blankon:~$

Anda juga bisa membuka isi folder lain selain folder saat ini dengan menambahkan lokasi folder setelah perintah ls dengan dipisah spasi. Misalnya, ketik perintah “ls /usr” untuk menampilkan isi folder /usr.

blankon@blankon:~$ ls /usr↵
bin  games  include  lib  lib64  libexec  local  sbin  share  src  X11R6 
blankon@blankon:~$

Untuk informasi berkas/folder di dalam folder, Anda bisa menambahkan opsi “ -l” pada perintah “ls” yang Anda jalankan.

blankon@blankon:~$  ls /usr -l↵
total 240 
drwxr-xr-x   2 root root 69632 2009-02-11 20:52 bin 
drwxr-xr-x   2 root root  4096 2009-02-08 19:23 games 
drwxr-xr-x  74 root root 12288 2009-02-07 21:42 include 
drwxr-xr-x 257 root root 98304 2009-02-11 20:52 lib 
drwxr-xr-x   4 root root  4096 2009-02-09 15:04 lib64 
drwxr-xr-x   3 root root  4096 2009-01-25 20:33 libexec 
drwxr-xr-x  10 root root  4096 2009-01-07 23:51 local 
drwxr-xr-x   2 root root 16384 2009-02-11 20:52 sbin 
drwxr-xr-x 410 root root 16384 2009-02-11 20:52 share 
drwxrwsr-x   8 root src   4096 2009-02-07 22:46 src 
drwxr-xr-x   2 root root  4096 2009-01-07 23:56 X11R6 
blankon@blankon:~$

Membuka berkas

Untuk membuka suatu berkas menggunakan suatu aplikasi, Anda bisa mengetik perintah untuk menjalankan aplikasi kemudian diikuti dengana nama atau path dari berkas yang ingin dibuka. Misalnya, jika ingin membuka berkas “oo-tentang-blankon.odt” pada folder “Contoh” dengan OpenOffice?.org, Anda bisa ketik perintah “soffice Contoh/oo-tentang-blankon.odt”.

blankon@blankon:~$  soffice Contoh/oo-tentang-blankon↵

Sebagai catatan, jika Anda ingin menjalankan aplikasi berbasis grafis, Anda harus menggunakan antarmuka teks yang berada di bawah mode grafis alias terminal emulator. Jika tidak, maka akan muncul pesan kesalahan.

Pada saat aplikasi sedang dijalankan, JANGAN menutup atau mengakhiri sesi antarmuka teks, karena akan menyebabkan aplikasi yang dibuka tertutup secara paksa dan menyebabkan kehilangan berkas.

Membuat direktory (mkdir)

Untuk membuat direktory/folder, Anda bisa menggunakan perintah “mkdir namafolder” atau “mkdir path-folder”. Maka akan dibuat folder baru yang berada di bawah folder Anda saat ini.

blankon@blankon:~$ mkdir Coba↵
blankon@blankon:~$ cd Coba↵
blankon@blankon:~/Coba$ mkdir ../Documents/Coba1↵
blankon@blankon:~/Coba$ cd ../Documents/Coba1↵
blankon@blankon:~/Documents/Coba1$ 

Menghapus direktory (rmdir)

Untuk menghapus suatu direktory/folder, Anda bisa gunakan perintah “rmdir namafolder” atau “rmdir path-folder”. Syaratnya, folder tersebut harus kosong tanpa berisi berkas atau subfolder apapun.

blankon@blankon:~$ rmdir Coba↵
blankon@blankon:~$ cd Coba↵
bash: cd: Coba: No such file or directory
blankon@blankon:~/Coba$ rmdir ../Documents/Coba1↵
blankon@blankon:~/Coba$ cd ../Documents/Coba1↵
bash: cd: Coba1: No such file or directory

Menghapus berkas (rm)

Untuk menghapus suatu berkas, gunakan perintah “rm” lalu diikuti dengan nama berkas atau dilengkapi dengan path (alamat lengkapnya) jika diperlukan. Peringatan''' Setelah Anda menjalankan perintah ini, berkas akan dihilangkan begitu saja tanpa konfirmasi. Jadi, hati-hati dalam menggunakannya.

blankon@blankon:~/Coba$ rm nasi.txt↵

Jika ingin menghapus suatu isi folder sampai isinya secara rekursif, Anda juga bisa gunakan perintah ini dengan menambahkan opsi “-R”. Sekali lagi, hati-hati dalam menggunakan perintah ini.

blankon@blankon:~/Coba$ rm -R Coba↵

Menggandakan berkas (cp)

Untuk menggandakan berkas, gunakan perintah cp dengan format “cp berkas-sumber folder-tujuan”. Seperti semua perintah di atas, Anda juga bisa menyebutkan path penuh dari berkas-sumber atau folder-tujuan jika diperlukan. Contohnya, jika ingin menggandakan berkas “Contoh/oo-tentang-blankon.odt” ke dalam folder Documents, gunakan perintah “cp nasi.txt Documents”.

blankon@blankon:~/Contoh$ cp oo-tentang-blankon.odt ../Documents↵
blankon@blankon:~/Contoh$ cd ../Documents↵
blankon@blankon:~/Documents$ ls↵
oo-tentang-blankon.odt
blankon@blankon:~/Documents$ 

Sama dengan perintah rm, Anda bisa manfaatkan opsi “-R” jika ingin menggandakan suatu folder secara rekursif.

blankon@blankon:~$ cp -R Documents Kerangka↵
blankon@blankon:~$ cd Kerangka↵
blankon@blankon:~/Kerangka$ ls↵
oo-tentang-blankon.odt
blankon@blankon:~/Kerangka$

Memindahkan berkas/folder (mv)

Untuk memindahkan berkas/folder, Anda bisa gunakan perintah “mv”. Penggunaanya mirip dengan perintah “cp”. Hanya saja, jika memindahkan suatu folder, Anda tidak perlu menggunakan opsi recursif “-R”. Contohnya, jika ingin memindahkan file “nasi.txt” ke dalam folder “Documents”, ketik perintah “mv nasi.txt Documents”.

blankon@blankon:~$ mv nasi.txt Documents↵
blankon@blankon:~$ cd /Documents↵
blankon@blankon:~/Documents$ ls↵
nasi.txt
blankon@blankon:~/Documents$

Mengubah nama berkas/folder (mv)

Perintah yang digunakan untuk mengubah nama berkas sama dengan perintah untuk memindahkan berkas/folder yaitu “mv”. Cara penggunaannya pun sama. Contoh, untuk mengubah nama berkas “nasi.txt” ke “wira.txt”, ketik perintah “mv nasi.txt wira.txt”.

blankon@blankon:~$ mv nasi.txt wira.txt↵
blankon@blankon:~$ ls↵
.........
wira.txt
.........
blankon@blankon:~$

Mengubah hak akses berkas/folder (chmod)

Untuk mengubah hak akses berkas/folder, Anda bisa gunakan perintah chmod dengan format “chmod hakakses berkas/folder”. Hak akses diisi dengan tiga angka oktal. Angka ke-1 merupakan hak untuk pemilik, angka ke-2 merupakan hak untuk grup dan angka ke-3 merupakan hak untuk selain pemilik dan grup. Masing-masing bagian diisi dengan angka basis 8, dimana hak baca bernilai 4, hak tulis bernilai 2, hak eksekusi bernilai 1.

Sebagai contoh, untuk mengubah berkas “skrip.py” agar hak baca,tulis dan eksekusi untuk pemilik, sedangkan yang lain hanya memiliki hak baca dan eksekusi, Anda bisa ketik perintah “chmod 755 skrip.py”.

blankon@blankon:~$ chmod 755 skrip.py↵

Untuk memberikan suatu hak akses secara rekursif pada suatu folder, Anda bisa menambahkan opsi “-R”. Misalnya, jika ingin memberikan hak mutlak (hak baca,tulis,eksekusi untuk semua aspek) pada folder Public, Anda bisa ketik perintah “chmod 777 -R Public”.

blankon@blankon:~$ chmod 777 -R Public↵

Untuk menampilkan hak akses suatu berkas/folder, Anda bisa manfaatkan perintah “ls -l”. Kemudian, Anda akan melihat seperti karakter yang dicetak tebal yang merupakan hak akses dari berkas tersebut. Keenam karakter itu dibagi menjadi tiga, bagian pertama merupakan hak akses pemilik, bagian kedua merupakan hak akses grup dan bagian terakhir merupakan hak akses selain pemilik dan grup.

blankon@blankon:~/Documents$ ls -l Documents↵
-rwxr-xr-x  1 blankon blankon       658 2009-01-28 17:02 nasi.txt

Keterangan : r = Hak Baca, w = Hak tulis, x = Hak eksekusi

Mengubah id pemilik atau grup pada berkas/folder (chown)

Untuk mengubah id pemilik atau grup pada berkas/folder, gunakan perintah chown dengan format “chown id-pemilik namaberkas” jika ingin mengubah id pemilik berkas/folder, “chown :grup namaberkas” untuk mengganti grup berkas dan “chown id-pemilik:grup nama berkas” jika ingin mengubah id pemilik dan nama grup pada suatu berkas sekaligus. Ingat, yang hanya bisa mengubah pemilik berkas hanyalah pengguna administratif, sedangkan grup hanya bisa diubah oleh pemilik berkas.

Contohnya, jika ingin mengubah grup berkas menjadi “admin” pada berkas nasi.txt, Anda bisa ketik perintah “chown :admin nasi.txt”.

blankon@blankon:~/Documents$ chown :admin nasi.txt↵

Untuk mengetahui id pemilik dan grup dari suatu berkas/folder, Anda bisa manfaatkan perintah “ls -l”. Kolom kedua dari setiap informasi berkas merupakan id pemilik berkas, sedangkan kolom selanjutnya merupakan grup/kelompok pemilik berkas.

blankon@blankon:~/Documents$ ls -l Documents↵
-rwxr-xr-x  1 blankon blankon       658 2009-01-28 17:02 nasi.txt

Keterangan : teks "blankon" di sebelah kiri adalah id pengguna pemilik berkas, sedangkan yang disebelah kanan merupakan id grup/kelompok pemilik berkas.

Membuat tarfile (tar)

Tar merupakan program yang berfungsi untuk menyatakan beberapa berkas/folder ke dalam satu berkas yang disebut dengan tarfile/tarball. Sangat berguna sekali untuk melakukan backup.

Untuk membuat berkas tar, selain melalui aplikasi pengelola arsip pada desktop, Anda juga bisa gunakan perintah tar dengan format “tar -f berkas.tar namaberkas/folder1 namaberkas/folder2.....”. Anda juga bisa gunakan opsi “-v” agar menampilkan informasi detail dari proses tar.

blankon@blankon:~$ tar -cvf coba.tar Kerangka/↵
Kerangka/ 

Sedangkan untuk mengextract atau mengeluarkan isi suatu tarfile, Anda bisa gunakan perintah dengan format “tar -xf berkas.tar -C folder-tujuan”.

blankon@blankon:~$ tar -xf coba.tar -C ~↵

Kompresi Gzip (gzip)

Gzip atau GNU Zip merupakan format arsip terkompresi dengan algoritma Lempel-Ziv (LZ77). Untuk melakukan kompresi suatu berkas dengan format Gzip, gunakan perintah “gzip namaberkas”. Ekstensi berkas hasil kompresi adalah *.gz. Sebaliknya, untuk melakukan decompress, gunakan perintah “gunzip namaberkas.bz2”.

blankon@blankon:~$ gzip coba.tar↵
blankon@blankon:~$ ls↵
coba.tar.gz
blankon@blankon:~$ gunzip coba.tar.gz↵
blankon@blankon:~$ ls↵
coba.tar
blankon@blankon:~$

Kompresi Bzip2 (bzip2)

Bzip2 atau GNU Bzip2 merupakan format kompresi arsip dengan algoritma Burrows-Wheller block sorting text compression. Untuk melakukan kompresi suatu berkas dengan format bzip2, gunakan perintah “bzip2 namaberkas”. Ekstensi berkas hasil kompresi adalah *.bz2. Sedangkan untuk melakukan decompress, gunakan perintah “bunzip namaberkas.bz2”.

blankon@blankon:~$ bzip2 coba.tar↵
blankon@blankon:~$ ls↵
coba.tar.bz2
blankon@blankon:~$ bunzip2 coba.tar.gz↵
blankon@blankon:~$ ls↵
coba.tar
blankon@blankon:~$

INFO: Baik format gzip maupun bzip2 “hanya” melakuakan kompresi terhadap sebuah berkas. Jika ingin mengkompresi banyak berkas di dalam sebuah berkas, Anda harus menggunakan perpaduan antara perintah tar dengan perintah gzip maupun bzip2. Anda bisa menambahkan opsi “-z” pada perintah tar untuk membuat/mengextract tarball dengan format kompresi GZIP. Sedangkan untuk membuatnya dengan format BZIP2, gunakan opsi “-j” pada perintah tar.

Pencarian berkas (find)

Untuk mencari berkas, gunakan perintah find dengan opsi “find folder -name “namaberkas”. Contohnya, jika Anda ingin mencari berkas bernama “wira” di dalam folder rumah/home, ketik perintah “find ~ -name “wira””. Maka akan muncul path/lokasi dari berkas/fodler yang bernama wira.

blankon@blankon:~$ find ~ -name “wira”↵
/home/blankon
/home/blankon/.wine/drive_c/windows/profiles/wira 
/home/blankon/.openme/cache/home/blankon 
blankon@blankon:~$

TIP: Jika Anda ingin menulis nama berkas/folder lebih cepat, Anda bisa terlebih dahulu mengetik satu/beberapa huruf awal dari nama berkas/folder tersebut, kemudian menekan tombol Tab pada keyboard. Contohnya, jika ingin mengetik nama berkas “wirama.txt” lebih cepat, Anda bisa ketik “w” saja atau “wi”, kemudian menekan tombol Tab. Secara otomatis, nama berkas akan dilengkapi.

TIP: Jika ingin menyebutkan banyak nama berkas/folder yang memiliki huruf awal sama (misalnya, “wira.txt”, “weda.txt”, “wanti.txt”, “wantek.txt”) Anda cukup ketik “w*” (w disertai tanda bintang “*”). Jika ingin menyebutkan huruf belakangnya (misalnya ingin menyebutkan ekstensi berkas txt), Anda bisa ketik “*.txt”.

Sebenarnya, masih banyak lagi perintah-perintah untuk antarmuka teks yang bisa Anda gunakan untuk bekerja Untuk melakukan otomatisasi kerja, Anda juga bisa membuat skrip yang disebut dengan shell script. Otomatisasi pekerjaan sangat penting bagi administrator untuk memperingan dan mempercepat pekerjaannya dalam jaringan. Untuk mempelajari shell script lebih lanjut, Anda bisa membaca buku tentang Bash Scripting atau mencari referensi melalui internet.

Last modified 8 years ago Last modified on 07/20/2009 11:53:07 AM

Attachments (1)

Download all attachments as: .zip